Kini Data Black Box Sudah Bisa Disimpan di Cloud


OKEGUYS – Setiap kali ramai pemberitaan evakuasi kecelakaan pesawat seperti kejadian Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di dekat kepulauan seribu, muncul pertanyaan kenapa data Black Box tidak disimpan saja di Cloud?

Akhirnya salah satu perusahaan di Kanada mencoba untuk mewujudkannya. Untuk mewujudkan hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama, karena ada banyak tantangan yang menyebabkan sistem streaming data Black Box secara real time tak diterapkan di semua pesawat.

Baca Juga: Terungkap! Inilah Isi dari Black Box Pesawat

Dengan hal tersebut akhirnya sejumlah perusahaan saat ini berupaya menawarkan teknologi tersebut, agar membantu jalananya proses perpindahan data.

FLYHT Aerospace Solutions



FLYHT Aerospace Solutions, salah satu perusahaan di Kanada menyediakan layanan streaming data Black Box sesuai permintaan.

Perusahaan yang disebut FLYHT ini sudah memiliki lebih dari 50 pelanggan, dan sistemnya itu sudah terpasang di sejumlah 400 pesawat lebih.

Melansir dari Cbc.ca, Selasa (12/1/2021) First Air Canada adalah satu-satunya maskapai penerbangan yang secara terbuka mengumumkan bahwa mereka menggunakan sistem milik FLYHT.

Namun sistem tersebut tidak secara terus-menerus akan mengirim data, tetapi akan langsung aktif jika adanya kejadian abnormal.

Pada saat terjadinya insiden itu, sistem akan otomatis, dengan cepat mengirimkan data ke server maskapai untuk analisis dan dengan cepat menerapkan tindakan korektif.



“Jika ada yang salah, kami dapat memberikan informasi lebih cepat tentang apa yang terjadi. Kami bisa mulai mengumpulkan informasi dan bersama-sama menguak teka-teki (penyebab kecelakaan) lebih cepat, jadi pihak penerbangan bisa mengabaikan berbagai konspirasi tentang insiden yang bertebaran di luar sana,” ujar Graham Ingham salah satu perkerjaa yang ada di FLYHT.

Disamping itu ada prangkat yang mirip dengan prangkat Black Box yang sudah umum digunakan di pesawat selama puluhan tahun, yakni adalah, Flight Data Recorders (FDR) dan Cockpit Voice Recorders (CVR).

Baca Juga: Teknologi Static Discharge Penangkal Petir Pada Pesawat

Perangkat ini memang canggih namun dibalik kecanggihan itu, kendalanya adalah biaya yang sangat mahal. FLYHT menawarkan layananya dengan biaya sekitar USD 100 ribu per pesawat, itu sudah termasuk prangkat keras dan instalasi.

Jika ingin menggunakan konsep ini, tentunya biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan tidaklah kecil, terlebih lagi bandwidth di satelit tidaklah murah.

Seberapa menarik artikel ini? Komen di bawah ya..

      Leave a reply

      OKEGUYS
      Logo
      Register New Account
      Reset Password