Rolex Tutup Pabrik di Swiss, Kenapa Tuh?


Virus corona terus menyebar ke beberapa negara, termasuk Swiss. Hal itu membuat Rolex menutup pabrik mereka di sana.

Berdasarkan laporan surat kabar Neue Zuercher Zeitung, ada 2.330 kasus yang sudah terkonfirmasi. Sebanyak 18 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Untuk memerangi pandemi, Dewan Federal Swiss telah memutuskan untuk menutup semua toko, restoran, dan fasilitas hiburan hingga pertengahan April.

Melihat perkembangan yang ada, CEO Rolex, Jean-Frederic Dufour, memutuskan untuk menutup semua pabrik di Swiss sementara waktu. Rolex tutup pabrik mereka mulai dari 17 hingga 27 Maret mendatang.



“Seperti yang saya katakan, kami menghadapi masalah yang situasi sangat serius,” ujar Dufour.

Pabrik Rolex

(Rolex) Perusahaan jam Rolex tutup pabrik di Swiss hingga 27 Maret 2020.

Namun, “liburan mendadak” untuk karyawan pabrik Rolex bisa saja diperpanjang. Mengingat wabah virus corona belum melihatkan gejala untuk berhenti menyebar.

“Sesuai dengan evolusi epidemi,” tutur Dufour.

Sebelumnya, Nike juga menutup seluruh toko mereka karena virus corona. Toko-toko yang ditutup berada di Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Australia dan beberapa wilayah di Eropa Barat. Sementara toko di Jepang, Korea Selatan, dan beberapa wilayah di China tetap dibuka.

Editor in Chief | OKEGUYS
I am an experienced journalist.
Pernah mengabdi di Kompas.com, Viva.co.id, Bola.com dan BBM Indonesia.

Seberapa menarik artikel ini? Komen di bawah ya..

      Leave a reply

      OKEGUYS
      Logo
      Register New Account
      Reset Password