Ini Dia Perbedaan Sneakers Cupsole dengan Vulcanized


Sneakers memiliki beberapa metode untuk pemasangan sol, diantaranya cupsole dan vulcanized. Singkatnya, cupsole adalah sneakers dengan sol jahitan, dan untuk vulcanized atau sol vulkanis, merupakan sneakers yang memiliki sol tanpa jahitan.

Apa yang jadi perbedaan signifikan bagi keduanya? Ini dia beberapa penjelasannya yang telah OKEGUYS rangkum dari berbagai sumber:

1. Sejarah

Ini Dia Perbedaan Sneakers Cupsole dengan Vulcanized.

(wikipedia) – Proses vulkanisasi pada ban yang kemudian diterapkan pada produk sepatu.

Gak asik nih kalo kita gak tau asal usulnya, yuk bahas sejarahnya terlebih dahulu.

Pada tahun 1832, seorang pria bernama Nathaniel Manley Hayward sedang bekerja di sebuah fasilitas karet di Roxbury, Connecticut, AS, di mana ia membuat sebuah penemuan yang tidak disengaja. Dia menemukan bahwa karet kehilangan semua viskositas ketika bersentuhan dengan belerang.

Harvey kemudian berbagi penemuannya dengan Charles Goodyear, tetapi ada orang yang mematenkan proses vulkanisasi karet terlebih dahulu yaitu Thomas Hancock, pada Mei 1845 di Inggris. Dan, beberapa minggu setelahnya, sekitar bulan Juni 1845, Charles Goodyear dianugerahi patennya di Amerika Serikat. Barulah beberapa dekade kemudian, metode ini digunakan untuk melekatkan sol pada sepatu.

Untuk cupsole sendiri, masih belum diketahui soal kepastian penemuan pertamanya. Yang pasti, metode ini juga rame banget dipake sama banyak brand buat nyetak sepatu-sepatu keren. Hmm, siapa ya penemunya?

2. Cara Pembuatan

Ini Dia Perbedaan Sneakers Cupsole dengan Vulcanized, Nike Air Force 1 07

(nike) – Nike Air Force 1 07 memiliki cupsole.

Cupsole adalah bagian midsole yang sebelumnya sudah dicetak, kemudian dipasangan langsung pada bagian bawah sepatu. Setelah terpasang, cupsole dilekatkan dengan menggunakan 2 metode, yaitu dilem dan kemudian dijahit, agar bersatu dengan bagian atas sepatu secara lebih kuat.

Vulcanized merupakan pembuatan sol yang diciptakan ketika karetnya masih lembut dan ditempel secara melingkar, mengikuti bentuk dari si sepatu. Abis itu, sepatu tadi dimasukkan ke dalam oven dan dipanggang dengan suhu tertentu dengan jangka waktu yang singkat.

3. Penggunaan Serta Daya Tahan

Ini Dia Perbedaan Sneakers Cupsole dengan Vulcanized, Adidas Continental 80 Navy

(hypebeast) – Adidas Continental 80 Vulcanized.

Sneakers dengan sol vulkanis/vulcanized, awalnya digunakan oleh para skater untuk memudahkan melakukan manuver saat beratraksi dengan papan skateboardnya, karena akan lebih terasa pijakannya. Jadi, lebih enak sensasinya deh pas meluncur.

Nah, untuk sneaker dengan cupsole, mungkin lebih sering buat dipakai aktivitas sehari-hari. Biasanya lebih tahan lama nih karena dilengkapi dengan jahitan yang bikin erat pada solnya. Namun, rata-rata sepatu yang menggunakan cupsole punya sol yang sedikit lebih berat.

Converse jadi salah satu merek yang sering memproduksi sepatu dengan cupsole. Sedangkan, Puma dan Adidas biasanya menggunakan sol yang dibuat dengan metode vulcanized.

Tapi balik lagi, kalian yang menentukan mana yang lebih enak dipilih. Karena setiap orang punya preferensinya masing-masing, dan soal daya tahan sebenarnya tergantung pada tingkat pemakaiannya juga lho.

Full-time writer at OKEGUYS
Most topics about Sneakers, Football & Games.

Seberapa menarik artikel ini? Komen di bawah ya..

      Leave a reply

      OKEGUYS
      Logo
      Register New Account
      Reset Password