Misi Menjadi Manusia dan Filosofi di Balik Logo Baru


Udah pada tahu belum dengan Menjadi Manusia? Itu lho media alternatif dan platform sosial bagi mereka yang memiliki banyak pertanyaan soal kehidupan.

Platform ini sudah didirikan Adam A. Abednego, Levina Purnamadewi, dan Rhaka Ghanisatria sejak 2018 dan menghadirkan cerita-cerita dari berbagai macam perspektif. Menjadi Manusia mengandalkan kekuatan kata-kata untuk memberikan semangat kepada banyak jiwa yang lelah.

Menjadi Manusia juga membagikan kisah inspiratif dan perspektif unik dari teman-teman lintas kalangan di akun YouTube mereka.

Mereka pun tak jarang mengadakan acara-acara seperti Talkshow dan Support Group untuk mengingatkan teman-teman semua bahwa kita tidak pernah sendirian. Dengan bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan beragamnya perspektif dalam hidup seraya berpesan bahwa kita tidak pernah sendirian.



Menjadi Manusia percaya, salah satu cara terbaik untuk memahami kehidupan adalah dengan mengindahkan sudut pandang dan senantiasa belajar mendengarkan.

Memasuki usia yang kedua, platform sosial ini berusaha untuk tampil lebih segar dengan inovasi konten baru lainnya. Harapannya jelas, ingin memberikan dampak positif kepada masyarakat luas.

Pendiri Menjadi Manusia
Platform ini sudah didirikan Adam A. Abednego, Levina Purnamadewi, dan Rhaka Ghanisatria sejak 2018.

Salah satu upaya Menjadi Manusia agar terlihat lebih segar adalah dengan meluncurkan logo baru yang dinamakan “Koma”. Misi dan tujuan yang masih tetap sama kok, tenang aja.

Ada empat filosofi yang tertanam di logo baru ini. Harapannya mampu menyampaikan pesan lebih luas.

Apa aja sih filosofinya?



  • Pertama, logo baru ini menggambarkan telinga manusia sebagai karakter Menjadi Manusia yang akan selalu mendengarkan cerita-cerita manusia.
  • Kedua, tanda petik ganda yang mencerminkan platform ini yang mampu menghadirkan jiwa-jiwa yang menginspirasi dan memberikan mereka ruang untuk berbicara.
  • Ketiga, logo ini terdiri dari tiga jumlah lapisan yang menandakan tiga orang pencetus.
  • Keempat, identitas tanda koma merepresentasikan sebuah proses kehidupan: gagal, jatuh, bangkit, buat koma yang baru hingga akhirnya kita menjemput kematian atau titik akhir.

Pada akhirnya, ini adalah proses tanpa henti sebab setiap koma adalah perjalanan, setiap jiwa punya makna. Keren banget kan guys!

Tags:

Editor in Chief | OKEGUYS
I am an experienced journalist.
Pernah mengabdi di Kompas.com, Viva.co.id, Bola.com dan BBM Indonesia.

Seberapa menarik artikel ini? Komen di bawah ya..

      Leave a reply

      OKEGUYS
      Logo
      Register New Account
      Reset Password