5 Gangguan Tidur yang Tak Boleh Diabaikan, Jangan Sepele


Ketika sudah lelah beraktivitas seharian, tentu sebagian besar orang langsung memilih istirahat dan tidur.

Tapi sayangnya, tidak semua orang bisa tidur dengan cepat. Bahkan, beberapa orang justru mengalami gangguan tidur di malam hari.

Gangguan tidur adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan untuk tidur nyenyak secara teratur. Namun karena terlihat sepele, banyak orang yang mengabaikan masalah gangguan tidur ini.

Masalah kesehatan ini berkaitan dengan sakit kepala sederhana dan stres harian. Rata-rata pasien yang mengalami gangguan neurologis umum, 60-70% berkaitan dengan masalah gangguan tidur.



“Tekanan darah tubuh mengatur dirinya sendiri melalui tidur yang cukup. Ini juga penting dalam meningkatkan kesehatan jantung, perbaikan otot, konsolidasi kognitif dan membatasi timbulnya gangguan tidur,” jelas Dr Rima Chaudhari, Konsultan Neurologis, Rumah Sakit Fortis, Mulund, dilansir Indiana Express.

“Karena gaya hidup kita saat ini, kita mungkin menghadapi masalah tidur di malam hari dan kita cenderung mengabaikan tanda-tanda sampai masalahnya meningkat,” tambahnya.

Gangguan Tidur yang Tidak Boleh Diabaikan

Menurut Dr. Rima Chaudhari, ada beberapa jenis gangguan tidur yang paling umum dialami orang dan tidak boleh dianggap sepele.

Berikut ulasan tentang gangguan tidur yang sebaiknya tidak boleh diabaikan, dirangkum Indozone dari berbagai sumber:

1. Insomnia

Insomnia adalah salah satu jenis gangguan tidur yang paling sering dialami orang pada umumnya. Rata-rata orang yang mengalami insomnia sering tidur di siang hari, sehingga malamnya sulit untuk tidur.

Akibat kesulitan tidur di malam hari, insomnia membuat seseorang cenderung gampang lelah dan selalu marah.



2. Sleep Apnea

Berikutnya, ada namanya sleep apnea. Ini adalah gangguan tidur cukup serius, di mana pernapasan sering berhenti dan mulai lagi.

Sleep anea menyebabkan tingkat oksigen dalam darah turun. Hal ini dapat menghambat pasokan oksigen ke otak dan seluruh tubuh.

Gejala umum sleep apnea adalah mendengkur, mengeluarkan bunyi saat bernapas dan bangun dengan mulut kering.

3. Menggerakkan Kaki Saat Tidur



Sadar atau enggak, seringkah kamu menggerakan kaki saat tidur? Jika iya, kemungkinan besar kamu mengalami restless legs syndrome.

Restless Legs Syndrome merupakan gangguan neurologis di mana seseorang secara konstan menggerakkan kaki mereka saat sedang tidur.

Seseorang dengan kondisi ini mengalami ketidaknyamanan atau kedutan (sakit atau terbakar) di kaki setelah tidur.

Karena kebiasaan ini mengganggu tidur, hal tersebut kemudian dianggap sebagai gangguan tidur.

4. Kelumpuhan Tidur

Gangguan tidur yang tidak boleh disepelekan adalah kelumpuhan tidur yaitu keadaan di mana seseorang tidak dapat bergerak atau berbicara ketika bangun maupun tertidur.

Dalam kasus ini, seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur mungkin juga cenderung berhalusinasi.

Mereka mengalami tekanan tertentu dan ketakutan instan, karena mereka memiliki perasaan sadar tetapi tidak dapat bergerak.

5. Gangguan Ritme Sirkadia

Terakhir, masalah tidur yang tidak boleh diabaikan adalah gangguan ritme sirkadia. Ini terjadi ketika jam tidur biologis tidak sinkron dengan lingkungan seperti adanya perbedaan waktu setelah bepergian.

Contoh, biasanya seseorang tidur jam 10 malam. Lalu karena adanya perbedaan waktu atau kerja shift malam, seseorang menjadi sering tidur larut malam hingga dini hari.

Freelance Writer | OKEGUYS

Seberapa menarik artikel ini? Komen di bawah ya..

      Leave a reply

      OKEGUYS
      Logo
      Register New Account
      Reset Password