Barcelona dan Tiki-taka yang Terlupakan


Buat kalian pencinta sepak bola, khususnya luar negeri, kenal dong dengan klub Barcelona. Kalo nggak, patut dipertanyakan jiwa sepak bola kalian.

Klub raksasa Spanyol ini namanya sudah tenar seantero dunia. Bukan hanya karena prestasi dan koleksi pemain yang mereka miliki seperti Lionel Messi.

Gaya permainan mereka juga jadi daya tarik. Tiki-taka, ya itu sebutan untuk filosofi bermain yang diterapkan klub berjuluk Blaugrana.

Tahukah apa itu tiki-taka?



Oke guys, jadi gini:

Filosofi Tiki-Taka

Berdasarkan beberapa sumber yang dapat dipercaya, tiki-taka merupakan gaya permainan sepak bola yang mengandalkan penguasaan bola dari kaki ke kaki.

Cirinya adalah umpan-umpan pendek dan pergerakan yang dinamis. Ada yang bilang sih gaya ini merupakan pengembangan taktik total football yang pernah membawa Ajax Amsterdam berjaya di Eropa.

Entah kebetulan atau nggak, filosofi tiki-taka dibawa ke Barcelona oleh pelatih asal Belanda, Johan Cruyff semasa melatih mulai tahun 1988 hingga 1996.

Tiki-taka Era Guardiola

Tiki-Taka Barcelona

Barcelona tampil indah saat Andres Iniesta, Lionel Messi dan Xavi Hernandez, memainkan tiki-taka saat era Pep Guardiola. (Instagram/FC Barcelona)



Gaya ini terus dikembangkan pelatih Blaugrana selanjutnya. Filosfi ini membawa Barcelona menuju kesuksesan besar di era Pep Guardiola.

Dengan pemain seperti Messi, Andres Iniesta dan Xavi Hernandes, klub asal Catalan itu memainkan sepak bola yang indah. Tim lawan dibuat frustrasi dengan penguasaan bola yang diterapkan Barcelona.

Gaya ini yang mengantarkan banyak trofi juara. Mulai dari Liga Spanyol hingga kompetisi Eropa.

Hidupkan Kembali Tiki-taka

Sayang, selepas kepergian Guardiola, gaya tiki-taka seakan terkikis. Meski masih kerap terlihat, tapi bisa dibilang tak seindah dan semenakutkan seperti era Guardiola.

Manajemen Barcelona sadar akan hal itu. Upaya pun dilakukan agar tiki-taka kembali.



Pemegang lima gelar Liga Champions itu merekrut Quique Setien, pelatih yang juga menganut filosofi tiki-taka. Sang entrenador mengaku terinspirasi dari Johan Cruyff, si pencetus tiki-taka. Namun, tampaknya filosofi itu belum juga kembali.

Editor in Chief | OKEGUYS
I am an experienced journalist.
Pernah mengabdi di Kompas.com, Viva.co.id, Bola.com dan BBM Indonesia.

Seberapa menarik artikel ini? Komen di bawah ya..

      Leave a reply

      OKEGUYS
      Logo
      Register New Account
      Reset Password